STRATEGI MENAJER DALAM MEMBUAT DAN MEMIMPIN BISNIS USAHA BATIK DI YOGYAKARTA


MANAGER'S STRATEGY IN MAKING AND LEADING BUSINESS IN BATIK BUSINESSES IN YOGYAKARTA



Oleh:
Hilman Adi Wicaksono / 20190420098
Pradita Dhani Habib Yusro / 20190420099

Paper:
Tugas Dasar – Dasar Manajemen Dilihat Untuk Syarat Memenuhi Mata Kuliah 1 Tahun Akuntansi 2019/2020 Pada Program Studi Akuntansi Muhammadiyah Yogyakarta

PROGRAM STUDI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
2019
Kata Pengantar
Assalamualaikum Wr.Wb.
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat  menyelesaikan makalah tentang Strategi Manajer Dalam Membuat Dalam Memimpin Bisnis Usaha Batik Di Yogyakarta
Maka dari itu dalam paper ini akan menjelaskan tentang pengenalan atau pengantar manajemen yang di dalamnya berisi definisi, proses, dan pembagian manajemen. Agar penulis dan pembaca lebih mengaerti tenatang manajemen. Makalah ini memuat tentang Strategi Manajer Dalam Membuat Dalam Memimpin Bisnis Usaha Batik Di Yogyakarta. Tema yang akan dibahas ini sengaja dipilih oleh dosen kami Bapak Dr. Bambang Jatmiko, S.E, M. Si untuk kami mempelajari lebih dalam.
 Kami selaku penyusun mengucapkan banyak terima kasih kepada dosen yang telah banyak membantu dalam proses penyelesaian tugas ini. Semoga tugas yang kami buat ini dapat dinilai dan dihargai oleh para pembaca. Kami selaku penyusun mohon kritik dan sarannya Terima Kasih.
Wassalamu’alaikum. Wr. Wb.



Yogyakarta, 19 Desember 2019
Penyusun


Kelompok



DAFTAR ISI
Kata Pengantar...................................................................................................... 2
Daftar Isi............................................................................................................... 3
BAB I Pendahuluan
A.           Latar Belakang........................................................................................ 4
B.            Rumusan Masalah................................................................................... 6
C.            Tujuan .................................................................................................... 6
BAB II Tinjauan Pustaka
A.          Landasan Teori........................................................................................ 7
1.             Strategi........................................................................................ 7
2.             Manajemen.................................................................................. 7
3.             Manajemen Strategi..................................................................... 8
B.          Pengaruhi Strategi Menejemen............................................................... 8
C.          Teori Pemasaran...................................................................................... 8
D.          Konsep Pemasaran.................................................................................. 9
E.           Strategi dalam Pemasaran....................................................................... 9
F.           Fungsi Strategi Manajemen.................................................................... 11
BAB III Pembahasan
A.          Strategi Manajemen Dalam Memimpin Bisnis Usaha Batik................. 12
B.          Analisis dan Studi Kasus Strategi Pemasaran Bisnis Batik
Di Yogyakarta......................................................................................... 12
BAB IV Penutup
A.           Kesimpulan............................................................................................. 15
B.            Saran....................................................................................................... 16
Daftar Pustaka


BAB I
Pendahuluan

A.     Latar Belakang
Indonesia merupakan negara yang mempunyai berbagai macam warisan budaya.Warisan budaya yang sangat terkenal hingga kini yaitu batik.Batik menjadi salah satu ciri khas Indonesia yang mendunia.Hal ini dibuktikan dengan telah disahkan oleh UNESCO (United Nations Educational Scientific and Cultural Organitation).Sebagai kebudayaan asli dari Indonesia.Karena seperti kita ketahui bahwa sebelumnya batik sempat diklaim oleh negara Malaysia sebagai kebudayaannya.Maka dari itu sekarang ini banyak sekali yang mengenakan batik dalam berbagai kesempatan acara, batik digunakan mulai dari anak-anak sampai orang dewasa yang bertujuan untuk memperkenalkan batik adalah asli dari Indonesia.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, batik memiliki arti kain bergambar yang pembuatannya secara khusus dengancara menuliskan malam pada kain itu, kemudian pengolahannya diproses dengancara tertentu.
Batik sendiri memiliki berbagai macam jenis, diantaranya batik tulis dan batik cap. batik tulis yaitu dalam proses pembuatannya masih menggunakan alat tradisional, yaitu dengan menggunakan alat canting yang telah berisi lilin cair untuk melapisi motif kain batik yang diinginkan. Sedangkan untuk batik cap yaitu dalam pembuatannya mengguakan canting cap yang kemudian dicapkan dengan tekanan yang cukup diatas kain mori yang telah disiapkan. batik memiliki nilai jual yang berbeda-beda sesuai dengan motif, jenis, dan bahannya.
Batik ada sejak jaman Majapahit dan sangat begitu populer hingga saat ini.Tidak ada yang bisa memastikan kapan batik tercipta.Namun, motif dari batik terlihat pada artefak seperti pada candi dan patung.Batik merupakan salah satu kebudayaan jawa yang sangat populer dimasyarakat.Batik menjadi ikon kota Jogjakarta hingga saat ini. Banyak para wisatawan yang berkunjung ke Jogjakarta, terutama pada saat musim liburan.Tidak hanya wisatawan lokal namun wisatawan luar negeri juga banyak.
Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu kota batik yang ada di Indonesia. Yogyakarta telah resmi dinobatkan sebagai kota batik dunia oleh dewan kerajinan dunia atau (World Craft Council/WCC), pada peringatan 50 tahun organisasi di Dongyang, provinsi Zhejiang, Tiongkok, pada 18 – 23 Oktober 2014. Dan Pasar Beringharjo merupakan salah satu icon dari kota Yogyakarta yang menjual batik, pasar ini mengalami kenaikan pengunjung sebesar 1,38% pada tahun 2016. Hal ini disebabkan salah satu pasar tradisional kain batik terbesar yang ada di Yogyakarta yaitu Pasar Bringharjo yang beralamat di jalan Pabringan No. 1, Selatan Malioboro Yogyakarta.Malioboro terkenal sebagai ikon kota Yogyakarta yang wajib dikunjungi wisatawan.
Bisnis Berbasis Syariah Agama Islam mewajibkan setiap orang untuk bekerja, dan tidak ada peluang bagi orang yang beriman untuk menganggur. Al-Qur’an menjelaskan tentang konsep bisnis dengan beberapa kata diantaranya: al Tijarah (berdagang, berniaga), al-bai’u (menjual), dan tadayantum (muamalah).
Al-Tijarah berasal dari kata dasar t-j-r, tajara, tajaran wal tajiran yang mempunyai arti dagang dan berniaga.21 Dalam Al-Qur’an terma tijarah ditemui sebanyak delapan kali dan tijaratahum tersebut satu kali. Bentuk tijarah terdapat dalam surat al-Baqarah: 28, an-Nisa: 29, at-Taubah: 24, annur: 37, Fatir: 29, as-Shaff: 10, pada surat al-Jumu’ah: 11 (disebut dua kali). Adapun Tijaratahum tersebut pada surat alBaqarah: 16.
Jual beli atau dalam bahasa Arab al-bai’ menurut etimologi adalah tukar menukar sesuatu dengan sesuatu yang lain. Sayid Sabiq mengartikan jual beli menurut bahasa sebagai tukar menukar secara mutlak. Dari pengertian tersebut Bisnis Dalam Perspektif Islam (Telaah Aspek Keagamaan dalam Kehidupan Ekonomi), dapat dipahami bahwa jual beli menurut bahasa sebagai tukar menukar apa saja, baik antara barang dengan barang, maupun barang dengan uang.
Selain al-bai’ dan tijarah, dalam al-Qur’an bisnis juga disebut dengan kata tadayantumyang disebut satu kali pada surat Al-Baqarah ayat 282: 4
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا تَدَايَنْتُمْ بِدَيْنٍ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى فَاكْتُبُوهُ ۚ وَلْيَكْتُبْ بَيْنَكُمْ كَاتِبٌ بِالْعَدْلِ ۚ
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu'amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar” (Al Baqarah (2): (282). Mua’malah yang dimaksud adalah kegiatan ekonomi, seperti: jual-beli, sewa menyewa, dan hutang piutang, dan lainnya.
B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang yang telah dikemukakan, dapat dilihat bahwa berbisnis dipelukannya strategi pemasaran yang baik sehingga dapat bersaing dengan pembisnis batik lainnya, maka rumusan masalah pada penelitian ini adalah:
1.      Apa strategi manajemen dalam mempin bisnis batik di Yogyakarta?
2.      Bagaimana analisis Strategi pemasaran para pembisnis batik di kota Yogyakarta?
C.    Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka yang ingin dicapai dari penelitian ini sebegai berikut:
1.      Untuk mengetahui strategi strategi manajemen dalam memimpin  bisnis batik di Kota Yogyakarta
2.      Untuk mengetahui analisis strategi pemasaran pedagang batik di Yogyakarta


BAB II
Tinjauan Pustaka

A.    Landasan Teori
1.      Strategi
Stretegi merupakan suatu alat atau tindakan yang digunakan oleh manajemen untuk mencapai kinerja yang konsisten dengan misi dan tujuan organisasi. (Menurut Wright, 1996).
Secara Etimologi, Strategi berasal dari turunan kata dalam Bahasa Yunani yaitu Strategos, yang berarti ‘Komandan Militer’ pada zaman demokrasi Athena. Karena pada awalnya kata ini dipergunakan untuk kepentingan militer saja tetapi kemudian berkembang ke berbagai bidang yang berbeda seperti strategi bisnis, olahraga (misalnya sepak bola dan tenis), catur, ekonomi, pemasaran, perdagangan, manajemen strategi, dll.
2.      Manajemen
Secara etimologis, kata manajemen berasal dari Bahasa Inggris, yakni management, yang dikembangkan dari kata to manage, yang artinya mengatur atau mengelola. Kata manage itu sendiri berasal dari Bahasa Italia, maneggio, yang diadopsi dari Bahasa Latin managiare, yang berasal dari kata manus, yang artinya tangan (Samsudin, 2006).
3.      Bisnis
Business is the organized effort of individuals to produce and sell for a provit, the goods and services that satisfy societies needs. The general term business refer to all such efforts within a society or within an industry. Artinya bisnis adalah suatu kegiatan usaha individu yang terorganisasi untuk menghasilkan dan menjual barang dan jasa guna mendapatkan keuntungan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dan ada dalam industri. Orang yang mengusahakan uang dan waktunya dengan menanggung resiko dalam menjalankan kegiatan bisnis disebut Entrepreneur.  (Allan Afuah, 2004).

4.      Manajemen Strategi
Manajemen strategi merupakan proses penetapan visi, misi dan tujuan organisasi, serta pengembangan kebijakan dan program pelaksanaan untuk mencapainya. (Siagian, 1998 ).

B.     Pengaruhi Strategi Menejemen
Oleh karena itu, pengaruh strategi manajemen strategi menjalankan, suatu organisasi untuk mengetahui keberadaan sebuah organisasi perusahaan itu sekarang, dan juga untuk mengetahui tujuan perusahaan yang direncanakan akan dituju, serta bagaimana upaya yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut. Dalam hal ini strategi ini adalah menetapkan sasaran dengan suatu priode dalam pelaksaanaan pencapaian tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.
Dari definisi diatas  dapat kita simpulkan bahwa manajemen strategi adalah manajemen yang serangkaian kegiatan merencanakan,
mengorganisasikan, menggerakkan, mengendalikan dan
mengembangkan segala upaya dalam mengatur dan mendayagunakan
sumber daya manusia, sarana dan prasarana untuk mencapai tujuan
organisasi yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien.

C.    Teori Pemasaran
Adapun teori pemasaran adalah salah satu kegiatan pokok yang perlu dilakukan oleh perusahaan baik itu perusahaan barang atau jasa dalam upaya untuk mempertahankan kelangsungan hidup usahanya. Hal tersebut disebabkan karena pemasaran merupakan salah satu kegiatan perusahaan, di mana secara langsung berhubungan dengan konsumen. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008) Pemasaran ialah proses cara perbuatan dalam memasarkan barang dagangan perihal menyebar luaskan di tengahtenganh masyarakat pada umumnya.


D.    Konsep Pemasaran

Konsep Pemasaran Dari definisi Kotler, dapat disimpulkan bahwa konsep inti pemasaran adalah sebagai berikut (H Sutanto, 2013): Needs, Wants, and Demand
a.       Needs (Kebutuhan) adalah segala sesuatu yang ingin di penuhi yang berasal dari dalam diri manusia. Contoh: rasa lapar, rasa haus, kebutuhan seksual, kebutuhan rasa aman, kebutuhan sosial, kebutuhan penghargaan.
b.      Wants (Keinginan) adalah kebutuhan yang dipengaruhi oleh kebudayaan dan individualitas seseorang.
c.       Demand (permintaan) adalah keinginan akan produk spesifik yang didukung oleh kemampuan dan kesediaan untuk membelinya. Jadi, sebelum seorang produsen memproduksi dan memasarkan produknya dia harus meriset, apakah ada demand terhadap suatu produk secara kuantitatif.
E.     Strategi dalam Pemasaran
1.      Product
Product adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan untuk dijual.Produk dalam arti luas meliputi fisik, servis/jasa, orang, organisasi, tempat, ide. Jenis-jenis produk:
1.      Consumer goods, yaitu produk yang dibeli oleh konsumen untuk penggunaan pribadi.
2.      Indutrial goods, yaitu produk yang dibeli untuk diolah menjadi barang lain atau untuk dijual kembali.
2.      Customer value, Cost, dan Satisfaction
Nilai pelanggan adalah perkiraan konsumen tentang kemampuan total suatu produk untuk memuaskan kebutuhannya. Konsumen akan memilih produk yang memberikan manfaat (benefit) yang lebih besar dari pada biaya (cost) yang harus di keluarkannya.
Kepuasan (Satisfaction) adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja produk atau jasa yang ia rasakan sengan harapannya.
3.      Exchange, Transaction, Relationship
Exchange (pertukaran) adalah cara seseorang mendapatkan segala sesuatu yang mereka butuh dan inginkan. Pertukaran juga dikatakan sebagai perdagangan nilai antara dua pihak atau lebih.
Syarat pertukaran ada limayaitu: minimal ada dua pihak, memiliki sesuatu (barang/produk), dapat berkomunikasi, bebas menerima atau menolak penawaran yang ada, menginginkan berurusan dengan orang lain.
Transaction (transaksi) adalah suatu kegiatan yang diakukan seseorang yang menimbulkan perubahan terhadap harta atau keuangan yang dipunyai baik itu bertambah ataupun berkurang. Misalnya menjual harta, membeli barang, membayar hutang, serta membayar berbagai macam biaya untuk memenuhi sebuah kebutuhan hidup.
Relationship (Hubungan) adalah kesinambungan interaksi antara dua orang atau lebih yang memudahkan proses pengenalan satu akan yang lain. Hubungan terjadi dalam setiap proses kehidupan manusia. Hubungan dapat dibedakan menjadi hubungan dengan teman sebaya, orangtua, keluarga, dan lingkungan sosial.”
4.      Market
Market (pasar) merupakan tempat dimana semua pelanggan potensial yang memiliki needs and wants tertentu serta mau dan mampu turut dalam pertukaran untuk memenuhi needs and wants.”
Marketer (pemasar) adalah seseorang yang secara aktif mencari sumber daya dari pihak lain dan bersedia menawarkan sesuatu sebagai gantinya. Tugas seorang tenaga pemasar adalah membangun marketing program untuk mencapai tujuan perusahaan yang diinginkan.



F.     Fungsi Strategi Manajemen
Startegi manajemen berfungsi untuk memberi arah jangka panjang yang akan dituju, membantu perusahaan atau organisasi beradaptasi pada perubahan-perubahan yang terjadi, membuat suatu perusahaan atau organisasi menjadi lebih aktif, mengidentifikasi keunggulan komparatif suatu perusahaan atau organisasi dalam lingkungan yang semakin beresiko, aktivitas yang tumpang tindih akan dikurangi, keengganan untuk berubah dari karyawan lama dapat dikurangi, keterlibatan karyawan dalam perubahan strategi akan lebih memotivasi mereka pada tahap pelaksanaannya, dam kegiatan pembuatan strategi akan mempertinggi kemampuan perusahaan atau organisasi tersebut untuk mencegah munculnya masalah di masa mendatang.
Maka, organisasi yang melibatkan manajemen strategi dalam usahanya akan lebih bermanfaat dan sukses daripada yang tidak melibatkan konsep manajemen strategi. Bisnis yang mengikuti konsep manajemen strategi akan menunjukan peningkatan yang signifikan dalam penjualan, profitabilitas dan produktivitas dibandingkan dengan perusahaan yang tidak menerapkan konsep manajemen strategi.








BAB III
PEMBAHASAN

A.    Strategi Manajemen Dalam Memimpin Bisnis Usaha Batik
Setiap fungsi manajemen memberikan kontribusi tertentu pada saat penyusunan strategi pada level yang berbeda. Pemasaran merupakan fungsi yang memiliki kontak paling besar dengan lingkungan eksternal, padahal perusahaan hanya memiliki kendali yang terbatas terhadap lingkungan eksternal.Oleh karena itu pemasaran memainkan peranan penting dalam pengembangan strategi.Dalam peranan strategisnya, pemasaran mencakup setiap usaha untuk mencapai kesesuaian antara perusahaan dengan lingkungannya dalam rangka mencari pemecahan atas masalah penentuan dua pertimbangan pokok. Pertama, bisnis apa yang digeluti oleh pebisnis pada saat ini dan jenis bisnis apa yang dapat dimasuki di masa mendatang. Kedua, bagaimana bisnis yang telah dipilih tersebut dapat dijalankan dengan sukses dalam lingkungan yang kompetitif atas dasar perspektif produk, harga, promosi dan distribusi (bauran pemasaran).

B.   Analisis dan Studi Kasus Strategi Pemasaran Bisnis Batik Di Yogyakarta
Pada bagian ini, penyusun akan menganalisis tentang Strategi pemasaran pada bisnis batik di Yogyakarta. Dari hasil analisis yang telah dilakukan didapatkan informasi mengenai mengenai strategi persaingan usaha pada bisnis batik di Yogyakarta.
a.       Produk / (Product )
Produk yang disediakan para pedagang batik di pasar beringharjo bervariasi.Produk yang diperjual belikanmisalnya, daster mulai dari yang kecil sampai ukuran jumbo, kemeja untuk laki-laki dan perempuan, pakaian anak.Produkyang bervariasi ini bertujuan untuk menarik semua pelanggan.Dan berbagai kualitas dari yang tinggi sampai yang biasa. Berdasarkan hasil wawancara dengan responden 1 terkait produk menjelaskan bahwa kualitas barang akan mengikuti harganya. Jika memilki kualitas barang tinggi maka harga juga akan menyesuaikan. Selain kualitas inovasi produk yang ditawarkan berbagai macam mulai dari daster, pakaian anak-anak dan kemeja. Variasi ini dilakukan agar menarik pembeli dan juga selalu mengganti motif pakaian mengikuti trend.
b.      Harga(Price)
Harga yang diberikan para pedagang batik di Yogyakarta untuk pembeli tidak ada penetapan harga yang khusus. Margin disesuaikan pada kondisi yang terjadi saat itu. Para pedagang lebih fokus pada jumlah penjualan barang dari pada jumlah margin yang didapat. Terkadang pedagang juga tidak mendapatkan keuntungan yang banyak, hal utamanya yang penting modal awal sudah terpenuhi dan bisa membeli barang baru untuk memenuhi pembeli.
c.       Tempat (Place)
Tempat merupakan hal penting dalam melakukan usaha berbisnis karena tempat yang strategis akan memberikan keuntungan yang baik bagi pebisnis.Barang disusun berdasarkan jenisnya.Namun tempat yang strategis membutuhkan dana yang lebih besar dibandingkan dengan yang kurang strategis. Pasar Beringharjo murupakan pasar yang strategis karena berada di pusat kota Yogyakarta, berdekatan langsung dengan Malioboro dan Benteng Vredeburg ini menjadikan salah satu keuntungan para pedagang karena banyak didatangi wisatawan baik itu wisatawan dalam negeri maupun wisatawan luar negeri. Dengan lokasi yang strategis ini membuat kios-kios didalam pasar beringharjo penuh dengan pedagang.Harga kios yang bervariasi membuat para pedagang harus mengatur strategi dengan tepat agar tidak mengalami kerugian dikemudian hari.


d.      Promosi(Promotion)
Promosi penjualan batik di Yogyakarta dilakukan dengan berbagai cara. Promosi dilakukan dengancara pertama menjajakan batik secara langsung ke calon pembeli, kedua dengan memberikan kartu nama, ketiga dengan cara media sosial. Promosi secara langsung atau dari mulut ke mulut ini sangat menghemat biaya promosi.
Para pedagang lebih banyak mengandalkan promosi secara langsung dengan alasan murah dan akan menghemat biaya pengeluaran. Namun, cara ini kurang efektif karena promosi ini hanya terbatas dan tidak bisa menjangkau secara luas. Cara lain yang bisa dilakukan yaitu memberikan kartu nama kepada calon pembeli. Adapun sebagian pedagang yang memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi agar produk lokal dapat diketahui oleh masyarakat luar Yogyakarta.

















BAB IV
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Berdasarkan analisis dan pembahasan yang dilakukan, maka dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut:
1.      Strategi pemasaran yang dilakukan oleh pedagang batik diPasar Beringharjo meliputi produk, harga, tempat dan promosi berjalan sesuai dengan prosedur.
Semua pedagang memilki strategi pemasaran masing-masing untuk bersaing sehat dengan pedagang lainnya.
2.      Strategi persaingan yang dilakukan oleh pedagang batik di Yogyakarta telah sesuai dengan prespektif ekonomi pada strategi marketing tactic khususnya
a.       Produk:mereka telah memberikan kualitas barang yang bagus dan juga memberikan informasi jika terdapat kerusakan barang ini sesuai dengan aturan yang ada yaitu kejujuran dimana pedagang sendiri diperintahkan ke semua pedagang lain untuk jujur termasuk jujur dalam berdagang.
b.      Harga: para pedagang secara umum tidak mematok harga dan mengambil keuntungan sesuai dengan takarannya.
c.       Tempat: secara umum bisnis batik di Yogyakarta sangatlah menguntungkan terutama di Pasar Bringharjo yang merupakan daerah wisata yang terkenal. Dengan adanya tempat yang strategis itu sangat menguntungkan bagi para pedagang batik di Yogyakarta.
d.      Promosi: memberikan informasi produknya dengan informasi barang sesuai dengan kondisinya. Jadi dalam hal berbisnis mereka telah mengutamakan kejujuran dalam hal berbisnis batik.

B.     Saran
Berdasarkan hasil analisis dan kesimpulan maka saran yang dapat diberikan dalam makalah ini adalah untuk pedagang batik di Yogyakarta agar lebih meningkatkan promosi tidak hanya dari mulut ke mulut atau kartu nama tetapi bisa dalam bentuk lain seperti brosur atau koran, iklan dimedia sosial sehingga diharapkan masyarakat atau konsumen luas akan lebih mengenal berbagai produk batik yang diperjual belikan.






















Daftar Pustaka

David, Fred R & Forest R David, (2016). Manajemen Strategik: Suatu Pendekatan Keunggulan Bersaing. Yogyakarta: Salemba Empat
David, Fred R, (2015). Manajemen Strategik: Suatu Pendekatan Keunggulan Bersaing. Yogyakarta: Salemba Empat
Ita, Nurcholifah, (2014). Strategi Marketing Mix dalam Prespektif Syariah, Jurnal Khatulistiwa, Vol 4, No.1
Silviana, (2012). Penerapan Strategi Pemasaran Marketing Mix, Jurnal Widya Teknik, Vol 20 No.1
Cahyaningtyas, E (2018). Analisis Strategi Pemasaran Para Pedagang Batik Di Pasar Beringharjo Yogyakarta Perspektif Ekonomi Islam, Yogyakarta: Universitas Islam Indonesia


Komentar