STRATEGI MENAJER DALAM MEMBUAT DAN MEMIMPIN
BISNIS USAHA BATIK DI YOGYAKARTA
MANAGER'S STRATEGY IN MAKING AND LEADING BUSINESS IN BATIK BUSINESSES IN YOGYAKARTA
Oleh:
Hilman
Adi Wicaksono / 20190420098
Pradita
Dhani Habib Yusro / 20190420099
Paper:
Tugas
Dasar – Dasar Manajemen Dilihat Untuk Syarat Memenuhi Mata Kuliah 1 Tahun
Akuntansi 2019/2020 Pada Program Studi Akuntansi Muhammadiyah Yogyakarta
PROGRAM STUDI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
2019
Kata Pengantar
Assalamualaikum
Wr.Wb.
Dengan
menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan
puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat,
hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah tentang Strategi
Manajer Dalam Membuat Dalam Memimpin Bisnis Usaha Batik Di Yogyakarta
Maka
dari itu dalam paper ini akan menjelaskan tentang pengenalan atau pengantar
manajemen yang di dalamnya berisi definisi, proses, dan pembagian manajemen.
Agar penulis dan pembaca lebih mengaerti tenatang manajemen. Makalah ini memuat
tentang “Strategi Manajer Dalam
Membuat Dalam Memimpin Bisnis Usaha Batik Di Yogyakarta”. Tema yang akan dibahas ini sengaja dipilih oleh dosen kami Bapak Dr. Bambang Jatmiko, S.E, M. Si
untuk kami mempelajari lebih dalam.
Kami selaku penyusun mengucapkan banyak terima
kasih kepada dosen yang telah banyak membantu dalam proses penyelesaian tugas
ini. Semoga tugas yang kami buat ini dapat dinilai dan dihargai oleh para
pembaca. Kami selaku penyusun mohon kritik dan sarannya Terima Kasih.
Wassalamu’alaikum. Wr. Wb.
Yogyakarta,
19 Desember 2019
Penyusun
Kelompok
DAFTAR ISI
Kata Pengantar...................................................................................................... 2
Daftar Isi............................................................................................................... 3
BAB I Pendahuluan
A.
Latar
Belakang........................................................................................ 4
B.
Rumusan
Masalah................................................................................... 6
C.
Tujuan
.................................................................................................... 6
BAB II Tinjauan Pustaka
A.
Landasan
Teori........................................................................................ 7
1.
Strategi........................................................................................ 7
2.
Manajemen.................................................................................. 7
3.
Manajemen
Strategi..................................................................... 8
B.
Pengaruhi Strategi
Menejemen............................................................... 8
C.
Teori
Pemasaran...................................................................................... 8
D.
Konsep Pemasaran.................................................................................. 9
E.
Strategi dalam
Pemasaran....................................................................... 9
F.
Fungsi Strategi Manajemen.................................................................... 11
BAB III Pembahasan
A.
Strategi
Manajemen Dalam Memimpin Bisnis Usaha Batik................. 12
B.
Analisis
dan Studi Kasus Strategi Pemasaran Bisnis Batik
Di Yogyakarta......................................................................................... 12
BAB IV Penutup
A.
Kesimpulan............................................................................................. 15
B.
Saran....................................................................................................... 16
Daftar Pustaka
BAB
I
Pendahuluan
A.
Latar Belakang
Indonesia
merupakan negara yang mempunyai berbagai macam warisan budaya.Warisan budaya
yang sangat terkenal hingga kini yaitu batik.Batik menjadi salah satu ciri khas
Indonesia yang mendunia.Hal ini dibuktikan dengan telah disahkan oleh UNESCO
(United Nations Educational Scientific and Cultural Organitation).Sebagai
kebudayaan asli dari Indonesia.Karena seperti kita ketahui bahwa sebelumnya
batik sempat diklaim oleh negara Malaysia sebagai kebudayaannya.Maka dari itu
sekarang ini banyak sekali yang mengenakan batik dalam berbagai kesempatan
acara, batik digunakan mulai dari anak-anak sampai orang dewasa yang bertujuan
untuk memperkenalkan batik adalah asli dari Indonesia.
Dalam
Kamus Besar Bahasa Indonesia, batik memiliki arti “kain bergambar yang pembuatannya secara khusus dengancara
menuliskan malam pada kain itu, kemudian pengolahannya diproses dengancara
tertentu.”
Batik
sendiri memiliki berbagai macam jenis, diantaranya batik tulis dan batik cap.
batik tulis yaitu dalam proses pembuatannya masih menggunakan alat tradisional,
yaitu dengan menggunakan alat canting yang telah berisi lilin cair untuk
melapisi motif kain batik yang diinginkan. Sedangkan untuk batik cap yaitu
dalam pembuatannya mengguakan canting cap yang kemudian dicapkan dengan tekanan
yang cukup diatas kain mori yang telah disiapkan. batik memiliki nilai jual
yang berbeda-beda sesuai dengan motif, jenis, dan bahannya.
Batik
ada sejak jaman Majapahit dan sangat begitu populer hingga saat ini.Tidak ada
yang bisa memastikan kapan batik tercipta.Namun, motif dari batik terlihat pada
artefak seperti pada candi dan patung.Batik merupakan salah satu kebudayaan
jawa yang sangat populer dimasyarakat.Batik menjadi ikon kota Jogjakarta hingga
saat ini. Banyak para wisatawan yang berkunjung ke Jogjakarta, terutama pada
saat musim liburan.Tidak hanya wisatawan lokal namun wisatawan luar negeri juga
banyak.
Daerah
Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu kota batik yang ada di Indonesia.
Yogyakarta telah resmi dinobatkan sebagai kota batik dunia oleh dewan kerajinan
dunia atau (World Craft Council/WCC), pada peringatan 50 tahun organisasi di
Dongyang, provinsi Zhejiang, Tiongkok, pada 18 – 23 Oktober 2014. Dan Pasar
Beringharjo merupakan salah satu icon dari kota Yogyakarta yang menjual batik,
pasar ini mengalami kenaikan pengunjung sebesar 1,38% pada tahun 2016. Hal ini
disebabkan salah satu pasar tradisional kain batik terbesar yang ada di
Yogyakarta yaitu Pasar Bringharjo yang beralamat di jalan Pabringan No. 1, Selatan Malioboro
Yogyakarta.Malioboro terkenal sebagai ikon kota Yogyakarta yang wajib dikunjungi
wisatawan.
Bisnis Berbasis Syariah
Agama Islam mewajibkan setiap orang untuk bekerja, dan tidak ada peluang bagi
orang yang beriman untuk menganggur. Al-Qur’an menjelaskan tentang konsep
bisnis dengan beberapa kata diantaranya: al Tijarah (berdagang, berniaga),
al-bai’u (menjual), dan tadayantum (muamalah).
Al-Tijarah berasal dari
kata dasar t-j-r, tajara, tajaran wal tajiran yang mempunyai arti dagang dan
berniaga.21 Dalam Al-Qur’an terma tijarah ditemui sebanyak delapan kali dan
tijaratahum tersebut satu kali. Bentuk tijarah terdapat dalam surat al-Baqarah:
28, an-Nisa: 29, at-Taubah: 24, annur: 37, Fatir: 29, as-Shaff: 10, pada surat
al-Jumu’ah: 11 (disebut dua kali). Adapun Tijaratahum tersebut pada surat
alBaqarah: 16.
Jual beli atau dalam bahasa
Arab al-bai’ menurut etimologi adalah tukar menukar sesuatu dengan sesuatu yang
lain. Sayid Sabiq mengartikan jual beli menurut bahasa sebagai tukar menukar
secara mutlak. Dari pengertian tersebut Bisnis Dalam Perspektif Islam (Telaah
Aspek Keagamaan dalam Kehidupan Ekonomi), dapat dipahami bahwa jual beli
menurut bahasa sebagai tukar menukar apa saja, baik antara barang dengan
barang, maupun barang dengan uang.
Selain al-bai’ dan
tijarah, dalam al-Qur’an bisnis juga disebut dengan kata tadayantumyang disebut
satu kali pada surat Al-Baqarah ayat 282: 4
يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا تَدَايَنْتُمْ بِدَيْنٍ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى فَاكْتُبُوهُ
ۚ وَلْيَكْتُبْ بَيْنَكُمْ كَاتِبٌ بِالْعَدْلِ ۚ
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu'amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar” (Al Baqarah (2): (282). Mua’malah yang dimaksud adalah kegiatan ekonomi, seperti: jual-beli, sewa menyewa, dan hutang piutang, dan lainnya.
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu'amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar” (Al Baqarah (2): (282). Mua’malah yang dimaksud adalah kegiatan ekonomi, seperti: jual-beli, sewa menyewa, dan hutang piutang, dan lainnya.
B.
Rumusan
Masalah
Berdasarkan uraian latar
belakang yang telah dikemukakan, dapat dilihat bahwa berbisnis dipelukannya
strategi pemasaran yang baik sehingga dapat bersaing dengan pembisnis batik
lainnya, maka rumusan masalah pada penelitian ini adalah:
1.
Apa strategi manajemen dalam
mempin bisnis batik di Yogyakarta?
2. Bagaimana
analisis Strategi pemasaran para pembisnis batik di kota Yogyakarta?
C.
Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka yang ingin dicapai dari
penelitian ini sebegai berikut:
1.
Untuk mengetahui strategi
strategi manajemen dalam memimpin bisnis
batik di Kota Yogyakarta
2. Untuk
mengetahui analisis strategi pemasaran pedagang batik di Yogyakarta
BAB II
Tinjauan Pustaka
A. Landasan
Teori
1. Strategi
Stretegi
merupakan suatu alat atau tindakan yang digunakan oleh manajemen untuk mencapai
kinerja yang konsisten dengan misi dan tujuan organisasi. (Menurut Wright,
1996).
Secara
Etimologi, Strategi berasal dari turunan kata dalam Bahasa Yunani
yaitu Strategos, yang berarti ‘Komandan Militer’ pada zaman demokrasi
Athena. Karena pada awalnya kata ini dipergunakan untuk kepentingan militer
saja tetapi kemudian berkembang ke berbagai bidang yang berbeda seperti
strategi bisnis, olahraga (misalnya sepak bola dan tenis), catur, ekonomi,
pemasaran, perdagangan, manajemen strategi, dll.
2. Manajemen
Secara etimologis, kata manajemen
berasal dari Bahasa Inggris, yakni management, yang dikembangkan dari kata to
manage, yang artinya
mengatur atau mengelola. Kata manage itu sendiri berasal dari Bahasa
Italia, maneggio,
yang diadopsi dari Bahasa Latin managiare, yang berasal dari kata manus, yang artinya tangan
(Samsudin, 2006).
3. Bisnis
Business is the
organized effort of individuals to produce and sell for a provit, the goods and
services that satisfy societies needs. The general term business refer to all
such efforts within a society or within an industry. Artinya bisnis adalah
suatu kegiatan usaha individu yang terorganisasi untuk menghasilkan dan menjual
barang dan jasa guna mendapatkan keuntungan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat
dan ada dalam industri. Orang yang mengusahakan uang dan waktunya dengan
menanggung resiko dalam menjalankan kegiatan bisnis disebut Entrepreneur. (Allan Afuah, 2004).
4.
Manajemen
Strategi
Manajemen strategi merupakan proses penetapan visi,
misi dan tujuan organisasi, serta pengembangan kebijakan dan program pelaksanaan
untuk mencapainya. (Siagian, 1998 ).
B.
Pengaruhi
Strategi Menejemen
Oleh karena itu, pengaruh
strategi manajemen strategi menjalankan, suatu organisasi untuk mengetahui
keberadaan sebuah organisasi perusahaan itu sekarang, dan juga untuk mengetahui
tujuan perusahaan yang direncanakan akan dituju, serta bagaimana upaya yang
harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut. Dalam hal ini strategi ini
adalah menetapkan sasaran dengan suatu priode dalam pelaksaanaan pencapaian
tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.
Dari definisi diatas
dapat kita simpulkan bahwa manajemen strategi adalah manajemen yang serangkaian kegiatan merencanakan,
mengorganisasikan, menggerakkan, mengendalikan dan
mengembangkan segala upaya dalam mengatur dan mendayagunakan
sumber daya manusia, sarana dan prasarana untuk mencapai tujuan
organisasi yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien.
mengorganisasikan, menggerakkan, mengendalikan dan
mengembangkan segala upaya dalam mengatur dan mendayagunakan
sumber daya manusia, sarana dan prasarana untuk mencapai tujuan
organisasi yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien.
C.
Teori
Pemasaran
Adapun teori pemasaran
adalah salah satu kegiatan pokok yang perlu dilakukan oleh perusahaan baik itu
perusahaan barang atau jasa dalam upaya untuk mempertahankan kelangsungan hidup
usahanya. Hal tersebut disebabkan karena pemasaran merupakan salah satu kegiatan
perusahaan, di mana secara langsung berhubungan dengan konsumen. Menurut Kamus
Besar Bahasa Indonesia (2008) Pemasaran ialah proses cara perbuatan dalam
memasarkan barang dagangan perihal menyebar luaskan di tengahtenganh masyarakat
pada umumnya.
D.
Konsep
Pemasaran
Konsep Pemasaran Dari
definisi Kotler, dapat disimpulkan bahwa konsep inti pemasaran adalah sebagai
berikut (H Sutanto, 2013): Needs, Wants,
and Demand
a. Needs
(Kebutuhan) adalah segala sesuatu yang ingin di penuhi yang berasal dari dalam
diri manusia. Contoh: rasa lapar, rasa haus, kebutuhan seksual, kebutuhan rasa
aman, kebutuhan sosial, kebutuhan penghargaan.
b. Wants
(Keinginan) adalah kebutuhan yang dipengaruhi oleh kebudayaan dan
individualitas seseorang.
c. Demand
(permintaan) adalah keinginan akan produk spesifik yang didukung oleh kemampuan
dan kesediaan untuk membelinya. Jadi, sebelum seorang produsen memproduksi dan
memasarkan produknya dia harus meriset, apakah ada demand terhadap suatu produk
secara kuantitatif.
E.
Strategi
dalam Pemasaran
1.
Product
Product
adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan untuk dijual.Produk dalam arti luas
meliputi fisik, servis/jasa, orang, organisasi, tempat, ide. Jenis-jenis produk:
1. Consumer goods,
yaitu produk yang dibeli oleh konsumen untuk penggunaan pribadi.
2. Indutrial goods,
yaitu produk yang dibeli untuk diolah menjadi barang lain atau untuk dijual
kembali.
2.
Customer
value, Cost, dan Satisfaction
Nilai pelanggan adalah perkiraan
konsumen tentang kemampuan total suatu produk untuk memuaskan kebutuhannya.
Konsumen akan memilih produk yang memberikan manfaat (benefit) yang lebih besar dari pada biaya (cost) yang harus di keluarkannya.
Kepuasan (Satisfaction) adalah tingkat perasaan seseorang setelah
membandingkan kinerja produk atau jasa yang ia rasakan sengan harapannya.
3.
Exchange,
Transaction, Relationship
Exchange
(pertukaran) adalah cara seseorang mendapatkan segala sesuatu yang mereka butuh
dan inginkan. Pertukaran juga dikatakan sebagai perdagangan nilai antara dua pihak
atau lebih.
Syarat pertukaran ada limayaitu: minimal
ada dua pihak, memiliki sesuatu (barang/produk), dapat berkomunikasi, bebas
menerima atau menolak penawaran yang ada, menginginkan berurusan dengan orang
lain.
Transaction
(transaksi) adalah suatu kegiatan yang diakukan seseorang
yang menimbulkan perubahan terhadap harta atau keuangan yang dipunyai baik itu
bertambah ataupun berkurang. Misalnya menjual harta, membeli barang, membayar
hutang, serta membayar berbagai macam biaya untuk memenuhi sebuah kebutuhan
hidup.
Relationship
(Hubungan) adalah kesinambungan
interaksi antara dua orang atau lebih yang memudahkan proses pengenalan satu
akan yang lain. Hubungan terjadi
dalam setiap proses kehidupan manusia. Hubungan dapat dibedakan menjadi hubungan dengan teman sebaya, orangtua, keluarga, dan
lingkungan sosial.”
4.
Market
Market
(pasar) merupakan tempat dimana semua pelanggan potensial yang memiliki needs
and wants tertentu serta mau dan mampu turut dalam pertukaran untuk memenuhi
needs and wants.”
Marketer
(pemasar) adalah seseorang yang secara aktif mencari sumber daya dari pihak
lain dan bersedia menawarkan sesuatu sebagai gantinya. Tugas seorang tenaga
pemasar adalah membangun marketing program untuk mencapai tujuan perusahaan
yang diinginkan.
F.
Fungsi Strategi Manajemen
Startegi manajemen berfungsi untuk memberi
arah jangka panjang yang akan dituju, membantu perusahaan atau organisasi
beradaptasi pada perubahan-perubahan yang terjadi, membuat suatu perusahaan
atau organisasi menjadi lebih aktif, mengidentifikasi keunggulan komparatif
suatu perusahaan atau organisasi dalam lingkungan yang semakin beresiko,
aktivitas yang tumpang tindih akan dikurangi, keengganan untuk berubah dari
karyawan lama dapat dikurangi, keterlibatan karyawan dalam perubahan strategi
akan lebih memotivasi mereka pada tahap pelaksanaannya, dam kegiatan pembuatan
strategi akan mempertinggi kemampuan perusahaan atau organisasi tersebut untuk
mencegah munculnya masalah di masa mendatang.
Maka, organisasi yang melibatkan manajemen
strategi dalam usahanya akan lebih bermanfaat dan sukses daripada yang tidak
melibatkan konsep manajemen strategi. Bisnis yang mengikuti konsep manajemen
strategi akan menunjukan peningkatan yang signifikan dalam penjualan, profitabilitas
dan produktivitas dibandingkan dengan perusahaan yang tidak menerapkan konsep
manajemen strategi.
BAB
III
PEMBAHASAN
A.
Strategi Manajemen Dalam Memimpin Bisnis
Usaha Batik
Setiap
fungsi manajemen memberikan kontribusi tertentu pada saat penyusunan strategi
pada level yang berbeda. Pemasaran merupakan fungsi yang memiliki kontak paling
besar dengan lingkungan eksternal, padahal perusahaan hanya memiliki kendali
yang terbatas terhadap lingkungan eksternal.Oleh karena itu pemasaran memainkan
peranan penting dalam pengembangan strategi.Dalam peranan strategisnya,
pemasaran mencakup setiap usaha untuk mencapai kesesuaian antara perusahaan
dengan lingkungannya dalam rangka mencari pemecahan atas masalah penentuan dua
pertimbangan pokok. Pertama, bisnis apa yang digeluti oleh pebisnis pada saat
ini dan jenis bisnis apa yang dapat dimasuki di masa mendatang. Kedua,
bagaimana bisnis yang telah dipilih tersebut dapat dijalankan dengan sukses
dalam lingkungan yang kompetitif atas dasar perspektif produk, harga, promosi
dan distribusi (bauran pemasaran).
B. Analisis
dan Studi Kasus Strategi Pemasaran Bisnis Batik Di Yogyakarta
Pada bagian ini,
penyusun akan menganalisis tentang Strategi pemasaran pada bisnis batik di
Yogyakarta. Dari hasil analisis yang telah dilakukan didapatkan informasi
mengenai mengenai strategi persaingan usaha pada bisnis batik di Yogyakarta.
a. Produk
/ (Product )
Produk yang disediakan
para pedagang batik di pasar beringharjo bervariasi.Produk yang diperjual
belikanmisalnya, daster mulai dari yang kecil sampai ukuran jumbo, kemeja untuk
laki-laki dan perempuan, pakaian anak.Produkyang bervariasi ini bertujuan untuk
menarik semua pelanggan.Dan berbagai kualitas dari yang tinggi sampai yang
biasa. Berdasarkan hasil wawancara dengan responden 1 terkait produk
menjelaskan bahwa kualitas barang akan mengikuti harganya. Jika memilki
kualitas barang tinggi maka harga juga akan menyesuaikan. Selain kualitas
inovasi produk yang ditawarkan berbagai macam mulai dari daster, pakaian
anak-anak dan kemeja. Variasi ini dilakukan agar menarik pembeli dan juga
selalu mengganti motif pakaian mengikuti trend.
b. Harga(Price)
Harga yang diberikan
para pedagang batik di Yogyakarta untuk pembeli tidak ada penetapan harga yang
khusus. Margin disesuaikan pada kondisi yang terjadi saat itu. Para pedagang
lebih fokus pada jumlah penjualan barang dari pada jumlah margin yang didapat. Terkadang
pedagang juga tidak mendapatkan keuntungan yang banyak, hal utamanya yang
penting modal awal sudah terpenuhi dan bisa membeli barang baru untuk memenuhi
pembeli.
c. Tempat
(Place)
Tempat merupakan hal
penting dalam melakukan usaha berbisnis karena tempat yang strategis akan
memberikan keuntungan yang baik bagi pebisnis.Barang disusun berdasarkan
jenisnya.Namun tempat yang strategis membutuhkan dana yang lebih besar
dibandingkan dengan yang kurang strategis. Pasar Beringharjo murupakan pasar
yang strategis karena berada di pusat kota Yogyakarta, berdekatan langsung
dengan Malioboro dan Benteng Vredeburg ini menjadikan salah satu keuntungan
para pedagang karena banyak didatangi wisatawan baik itu wisatawan dalam negeri
maupun wisatawan luar negeri. Dengan lokasi yang strategis ini membuat
kios-kios didalam pasar beringharjo penuh dengan pedagang.Harga kios yang
bervariasi membuat para pedagang harus mengatur strategi dengan tepat agar
tidak mengalami kerugian dikemudian hari.
d. Promosi(Promotion)
Promosi penjualan batik
di Yogyakarta dilakukan dengan berbagai cara. Promosi dilakukan dengancara
pertama menjajakan batik secara langsung ke calon pembeli, kedua dengan
memberikan kartu nama, ketiga dengan cara media sosial. Promosi secara langsung
atau dari mulut ke mulut ini sangat menghemat biaya promosi.
Para pedagang lebih
banyak mengandalkan promosi secara langsung dengan alasan murah dan akan
menghemat biaya pengeluaran. Namun, cara ini kurang efektif karena promosi ini
hanya terbatas dan tidak bisa menjangkau secara luas. Cara lain yang bisa
dilakukan yaitu memberikan kartu nama kepada calon pembeli. Adapun sebagian
pedagang yang memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi agar produk
lokal dapat diketahui oleh masyarakat luar Yogyakarta.
BAB IV
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Berdasarkan
analisis dan pembahasan yang dilakukan, maka dapat diperoleh kesimpulan sebagai
berikut:
1. Strategi
pemasaran yang dilakukan oleh pedagang batik diPasar Beringharjo meliputi
produk, harga, tempat dan promosi berjalan sesuai dengan prosedur.
Semua pedagang
memilki strategi pemasaran masing-masing untuk bersaing sehat dengan pedagang
lainnya.
2. Strategi
persaingan yang dilakukan oleh pedagang batik di Yogyakarta telah sesuai dengan
prespektif ekonomi pada strategi marketing tactic khususnya
a. Produk:mereka
telah memberikan kualitas barang yang bagus dan juga memberikan informasi jika
terdapat kerusakan barang ini sesuai dengan aturan yang ada yaitu kejujuran
dimana pedagang sendiri diperintahkan ke semua pedagang lain untuk jujur termasuk
jujur dalam berdagang.
b. Harga:
para pedagang secara umum tidak mematok harga dan mengambil keuntungan sesuai
dengan takarannya.
c. Tempat:
secara umum bisnis batik di Yogyakarta sangatlah menguntungkan terutama di
Pasar Bringharjo yang merupakan daerah wisata yang terkenal. Dengan adanya
tempat yang strategis itu sangat menguntungkan bagi para pedagang batik di
Yogyakarta.
d. Promosi:
memberikan informasi produknya dengan informasi barang sesuai dengan
kondisinya. Jadi dalam hal berbisnis mereka telah mengutamakan kejujuran dalam
hal berbisnis batik.
B.
Saran
Berdasarkan
hasil analisis dan kesimpulan maka saran yang dapat diberikan dalam makalah ini
adalah untuk pedagang batik di Yogyakarta agar lebih meningkatkan promosi tidak
hanya dari mulut ke mulut atau kartu nama tetapi bisa dalam bentuk lain seperti
brosur atau koran, iklan dimedia sosial sehingga diharapkan masyarakat atau
konsumen luas akan lebih mengenal berbagai produk batik yang diperjual belikan.
Daftar Pustaka
David,
Fred R & Forest R David, (2016). Manajemen Strategik: Suatu Pendekatan Keunggulan Bersaing. Yogyakarta: Salemba Empat
David,
Fred R, (2015). Manajemen Strategik: Suatu
Pendekatan Keunggulan Bersaing. Yogyakarta: Salemba Empat
Ita,
Nurcholifah, (2014). Strategi Marketing
Mix dalam Prespektif Syariah, Jurnal Khatulistiwa, Vol 4, No.1
Silviana,
(2012). Penerapan Strategi Pemasaran
Marketing Mix, Jurnal Widya Teknik, Vol 20 No.1
Cahyaningtyas,
E (2018). Analisis Strategi Pemasaran
Para Pedagang Batik Di Pasar Beringharjo Yogyakarta Perspektif Ekonomi Islam,
Yogyakarta: Universitas Islam Indonesia
Diakses
pada 15 Desember 2019 dari https://www.pelajaran.co.id/2017/02/pengertian-strategi-menurut-pendapat-para-ahli-terlengkap.html pada
pukul 18.46 WIB.

Komentar
Posting Komentar